Senin, 13 Februari 2012

Teori Kebermanfaatan


PENDEKATAN INFORMASI DALAM KEBERMANFAATAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN


Akuntansi telah menyatakan bahwa harga pasar saham memang merespon informasi akuntansi. Bukti kuat pertama dari reaksi pasar saham pada pengumuman laba disediakan oleh penelitian Ball dan Brown pada tahun 1968. Sejak itu telah banyak penelitian empiris telah mendokumentasikan berbagai aspek dari respon pasar saham.
Tanpa keputusan beli/jual saham, tidak akan ada volume perdagangan atau pergerakan harga saham. Informasi akuntansi dikatakan bermanfaat bila informasi ini mengarahkan para investor untuk merubah keyakinan dan tindakan mereka. Selanjutnya tingkat kebermanfaatan untuk para investor dapat diukur melalui peningkatan volume atau perubahan harga mengikuti informasi yang dikeluarkan.
Persamaan dari kebermanfaatan isi informasi akuntansi disebut Pendekatan Informasi untuk kebermanfaatan pengambilan keputusan dari pelaporan keuangan, suatu pendekatan yang mendominasi teori akuntansi keuangan dan penelitian sejak 1968. Sebagaimana disebutkan sebelumnya, riset-riset empiris telah menunjukkan bahwa paling tidak sebagian dari informasi akuntansi dipersepsikan bermanfaat. Selanjutnya, pendekatan informasi menegaskan bahwa riset-riset empiris dapat membantu akuntan untuk lebih meningkatkan kebermanfaatan informasi dengan membiarkan respon pasar menunjukkan informasi kepada mereka bukan dinilai oleh investor.

  1. RINGKASAN PERMASALAHAN DALAM PENELITIAN
Reasons for Market Response
Mengapa kita memprediksi bahwa harga pasar saham suatu perusahaan akan merespon informasi laporan keuangan perusahaan tersebut. Alasannya adalah :
  1. Investor telah memiliki keyakinan awal mengenai performance suatu perusahaan, terkait dengan deviden, arus kas dan atau laba, yang mempengaruhi ekspektasi return dan resiko saham perusahaan.
  2. Pada saat perusahaan mengeluarkan informasi tentang laba bersih tahunan, investor tertentu akan memutuskan untuk menggali informasi lebih dalam dengan menghitung angka-angka laba tersebut. Contoh : bila laba bersih tinggi, atau lebih tinggi dari harapan investor maka hal ini adalah informasi bagus. Demikian sebaliknya.
  3. Investor yang merubah keyakinan awalnya mengenai predisi performance suatu saham akan meningkatkan pembelian saham perusahaan pada harga pasar sekarang.
  4. Kita akan berharap untuk mengamati peningkatan volume saham yang diperdagangkan saat perusahaan melaporkan laba bersihnya.
Beaver (1968) melalui suatu penelitian klasik menguji Reaksi volume transaksi perdagangan saham. Beaver menemukan suatu peningkatan yang dramatis dalam volume perdagangan pada minggu pelepasan informasi pengumuman laba. Reaksi harga pasar dapat menyediakan suatu pengujian yang kuat atas kebermanfaatan pengambilan keputusan dibandingkan reaksi volume saham.




Finding the Market Response
1.    Teori efisiensi pasar menegaskan bahwa pasar akan bereaksi cepat terhadap informasi yang baru dikeluarkan. Sehingga penting untuk mengetahui kapan suatu laporan laba bersih akan diketahui oleh publik.
2.    Berita bagus atau berita buruk dalam laporan laba bersih biasanya dievaluasi secara relatif terhadap apa yang menjadi harapan investor. Berita bagus akan memicu perubahan / revisi keyakinan investor terhadap performance perusahaan.
3.    Selalu saja terdapat event yang mempengaruhi harga dan volume saham. Artinya suatu respon pasar terhadap pengumuman laba sangat sulit ditemukan.

Separating Market-Wide and Firm-Specific Factors
Persamaan model pasar:
Rjt = αj + βjRMt + єjt
Para peneliti akan memperoleh data yang lalu pada Rjt dan RMt dan menggunakan analisis regresi untuk menentukan koefisien model. Misalnya ini menghasilkan αj = 0,0001 dan βj 0,080.

Comparing Returns and Income
Peneliti empris dapat sekarang membandingkan keuntungan saham menyimpang pada hari 0 seperti dihitung diatas dengan komponen tak terduga dari pendapatan net terlapor terbaru dari perusahaan. Jika pendapatan net tak terduga ini adalah “berita baik” (yaitu, pendapatan net tak terduga yang positif) kemudian, diberikan efisiensi pasar keamanan, keuntungan menyimpang positif merupakan bukti bahwa investor rata-rata bereaksi bermacam-macam terhadap berita baik tak terduga pada pendapatan. Garis yang sama dari alasan terlaksana jika pengumuman pendapatan terbaru adalah berita buruk.
  1. THE BALL AND BROWN STUDY
Pada tahun 1968, Ball dan Brown menjadi orang pertama yang menemukan bukti ilmiah bahwa return saham perusahaan merespon isi informasi dalam laporan keuangan perusahaan. Tipe penelitian ini disebut Event Study, karena penelitian ini mempelajari reaksi pasar saham atas suatu even khusus, dalam penelitian itu kasusnya adalah pengumuman laba bersih tahunan suatu perusahaan.
Salah satu hasil terpenting dari penelitian Ball dan Brown adalah bahwa penelitian itu telah membuka pembahasan isu-isu kebermanfaatan informasi.
BB meneliti sampel dari 261 perusahaan Bursa Efek New York (NYSE) selama sembilan tahun sejak 1957 sampai 1965. Mereka berkonsentrasi pada isi informasi pendapatan, pada eksklusi komponen pernyataan finansial informatif secara potensial yang lain seperti struktur likuiditas dan modal. Satu alasan untuk ini, seperti disebutkan sebelumnya, adalah pendaptan untuk perusahaan NYSE diumumkan secara tipikal dalam media sebelumnya pada peluncuran aktual laporan tahunan supaya relatif mudah untuk menentukan saat informasi pertama tersedia secara publik.

Tugas pertama BB adalah untuk mengukur isi informasi pendapatan, yaitu, apakah pendapatan terlapor lebih besar daripada apa yang diharapkan pasar (GN), atau kurang dari yang diharapkan (BN). Tentu saja, ini membutuhkan wakil untuk harapan pasar. Satu wakil yang mereka gunakan adalah pendapatan aktual tahun lalu, dari yang mengikuti bahwa pendaptan tak terduga adalah hanya perubahan pendapatan. Jadi, perusahaan dengan pendapatan lebih tinggi daripada tahun lalu diklasifikasikan sebagai GN, dan sebaliknya.



C.   TINGKAT-TINGKAT PENGHASILAN VERSUS PERUBAHAN-PERUBAHAN PENGHASILAN
Mengingat bahwa BB mendefinisikan muatan informasi penghasilan dengan perbedaan antara yang sebenarnya dan yang diharapkan, di mana penghasilan-penghasilan yang diharapkan diperkirakan sebagai penghasilan sebenarnya tahun lalu. Alasan untuk bekerja dengan penghasilan-penghasilan yang tak diharapkan.

D.   HASIL-HASIL STUDI BB
Pada perbandingan perubahan-perubahan penghasilan-penghasilan yang tidak diharapkan dengan pengembalian-pengembalian sekuritas abnormal, BCW menemukan bahwa makin besar perubahan pada penghasilan-penghasilan yang tidak diharapkan, makin besar respon pasar sekuritas. Hasil ini sesuai dengan CAPM dan dengan pendekatan kegunaan keputusan, karena makin besar perubahan-perubahan penghasilan-penghasilan yang tidak diharapkan makin banyak investor yang akan memperbaiki ke atas perkiraan-perkiraan mereka tentang kekuatan penghasilan perusahaan yang akan datang dan pengembalian-pengembalian yang dihasilkan dari investasi mereka, hal-hal lain sama.
Juga, sejak tahun 1968, para peneliti akuntansi telah mempelajari respon pasar terhadap pendapatan bersih di bursa-bursa efek lain, di negara-negara lain, dan untuk laporan-laporan penghasilan tiap kuartal, dengan hasil-hasil serupa. Pendekatan tersebut telah digunakan untuk mempelajari respon pasar terhadap informasi yang terdapat dalam standar-standar akuntansi baru, perubahan-perubahan auditor, dll. Di sini, bagaimanapun juga, kita akan berkonsentrasi pada apa yang mungkin merupakan perluasan BB yang terpenting, koefisien-koefisien respon penghasilan-penghasilan. Macam penelitian ini mengajukan suatu pertanyaan yang berbeda dari BCW, yaitu, untuk suatu jumlah tertentu dari penghasilan-penghasilan yang tidak diharapkan, apakah respon pasar sekuritas lebih besar untuk beberapa perusahaan daripada untuk yang lain?

  1. EARNING RESPONSE COEFFICIENTS
Mengapa pasar saham akan memberi respon lebih kuat terhadap berita baik/berita buruk atas laba untuk satu perusahaan dan tidak untuk perusahaan lain? Bila jawaban dari pertanyaan ini dapat dijawab maka para akuntan akan dapat meningkatkan pemahaman mereka tentang bagaimana informasi akuntansi bermanfaat bagi investor.
Konsekuensinya satu arahan yang paling penting adalah penelitian empiris akuntansi keuangan yang mengikuti Brown dan Ball telah mengidentifikasi dan menjelaskan berbagai macam respon pasar yang berbeda terhadap informasi laba. Hal ini disebut  penelitian earning response coefficient (ERC).
ERC mengukur peningkatan abnormal return saham dalam merespon komponen yang tidak diharapkan dalam pengumuman laba perusahaan yang mengeluarkan saham.
Berbagai macam respon pasar yang berbeda disebabkan oleh beberapa hal berikut :
  1. Beta
  2. Struktur Modal
  3. Kualitas Earning
  4. Pertumbuhan kesempatan
  5. Kesamaan dalam harapan investor
  6. Nilai informasi dari Harga saham

Mengapa para akuntan seharusnya memperhatikan respon pasar terhadap informasi akuntansi keuangan adalah karena pemahaman yang berkembang mengenai respon pasar mengarahkan bahwa respon pasar dapat lebih meningkatkan kegunaan pengambilan keputusan atas laporan keuangan.
F.    IMPLIKASI PENELITIAN ERC
            Pada dasarnya, alasannya adalah bahwa pemahaman yang membaik tentang respon pasar menunjukkan cara-cara bahwa mereka dapat memperbaiki lebih lanjut kegunaan keputusan laporan-laporan keuangan. keadaan terus-menerus dan kualitas penghasilan-penghasilan untuk ERC berarti bahwa penyingkapan komponen-komponen pendapatan bersih adalah berguna bagi para investor.



BAB 6 SCOOT
PENDEKATAN PENGUKURAN KEBERMANFAATAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN


Definisi pendekatan pengukuran
Perspektif pengukuran (measurement perspective) terhadap pelaporan keuangan adalah suatu pendekatan yang menuntut akuntan untuk melaksanakan tanggungjawab memasukkan nilai wajar terhadap laporan keuangan pokok, dengan reliabilitas yang masih rasional, yang berarti meningkatnya tanggungjawab akuntan untuk membantu investor dalam memprediksi kinerja masa depan perusahaan.
Tujuannya adalah untuk meningkatkan relevansi laporan keuangan, tetapi jangan meninggalkan reliabilitasnya dalam rangka membantu investor mengambil keputusan.
Measurement perspective dapat meningkatkan earnings quality dengan semakin relevannya informasi akuntansi. Apabila informasi akuntansi semakin relevan, maka reaksi investor terhadap informasi tersebut akan semakin besar.
Namun demikian, measurement perspective juga dibatasi oleh reliabilitas. Metode fair value yang dapat dimasukkan dalam laporan keuangan pokok adalah metode yang tidak mengakibatkan menurunnya reliabilitas laporan keuangan tersebut.
Measurement perspective berusaha untuk meningkatkan relevansi informasi akuntansi. Akuntan mengambil tanggungjawab untuk membantu investor dengan cara menggunakan pengukuran fair value terhadap laporan keuangan pokok. Akan tetapi, sesuai dengan SFAC 2 menyatakan bahwa ada dua kualitas informasi pokok, yaitu relevansi dan reliabilitas, yang harus dijaga keseimbangannya.
Apabila hanya memperhatikan relevansi, maka reliabilitas akan berkurang dan menyebabkan laporan keuangan tidak bisa diaudit. Akuntan publik yang merupakan ujung tombak profesi akuntansi tidak lagi bisa berjalan karena laporan keuangan tidak bisa diaudit. Karena itu, batasan measurement perspective adalah berusaha untuk menggunakan pengukuran yang berorientasi pada fair value terhadap laporan keuangan pokok asalkan kualitas reliabilitas laporan keuangan pokok tersebut tidak berkurang.

  1. Apakah Pasar Saham Efisien Sepenuhnya?
    1. Teory Prospek
Kahneman dan Tversky (1979) menyajikan bukti empiris terjadinya pelanggaran aksioma EUT (Expected Utility Theory). Berdasarkan aksioma EUT, dalam kondisi ketidakpastian, orang akan memilih pilihan yang menghasilkan expected utility terbesar. Mereka menamainya teori prospek (prospect theory).
Teori prospek adalah teori yang menjelaskan bagaimana seseorang mengambil keputusan dalam kondisi tidak pasti. Substansi teori prospek adalah proses pembuatan keputusan individual yang berlawanan dengan pembentukan harga yang biasa terjadi di ilmu ekonomi.
Aksioma-aksioma dalam teori prospek (PT) meliputi:
è  Reference point.
         PT. Orang menentukan laba atau rugi berdasarkan reference point, bukan nilai absolut laba atau rugi tersebut. Utilitas adalah fungsi dari laba atau rugi relatif terhadap benchmark (reference point).
         EUT. Orang menentukan laba atau rugi berdasarkan nilai absolut kekayaan. Utilitas adalah fungsi dari nilai kekayaan absolut (tidak ada reference point).
è  Utility function.
         PT. Dalam domain laba, orang risk averse; dalam domain rugi, orang risk seeking. Fungsi utilitas adalah cekung pada domain laba dan cembung pada domain rugi.
         EUT. Orang diasumsikan selalu bersikap risk averse. Fungsi utilitas adalah cembung baik pada domain laba maupun pada domain rugi
è Loss aversion
         PT. Loss aversion adalah tendensi orang lebih mengutamakan menghindari rugi daripada memperoleh laba. Rugi memiliki kekuatan (power) psikologis sebanyak dua kali lipat daripada laba. Overweight terhadap rugi dan underweight terhadap laba. Berubah 1% dari 2% ke 3% lebih bernilai besar daripada berubah 1% dari 30% ke 31% (diminishing sensitivity).
         EUT. Laba atau rugi tidak dapat didefinisikan karena teori ini tidak memiliki reference point untuk mengukur laba atau rugi tersebut.

    1. Apakah Beta Mati?
Beta adalah pengukur volatilitas return suatu sekuritas terhadap return pasar. Beta menggambarkan besarnya perubahan harga suatu saham tertentu dibandingkan dengan perubahan harga pasar.
Beta pasar diestimasi dengan menggunakan return historis sekuritas dan pasar, misalnya 200 hari untuk return harian. Beta pasar dapat diestimasi dengan CAPM.
Beta merupakan konsep yang penting dalam akuntansi keuangan karena beta merupakan pengukur risiko sistematis suatu sekuritas terhadap risiko pasar.
Risiko sistematis adalah risiko yang tidak dapat didiversifikasi melalui portofolio. Risiko ini menggambarkan faktor ekonomi secara keseluruhan yang mempengaruhi semua sekuritas yang ada.
Apabila fluktuasi return suatu sekuritas mengikuti fluktuasi return pasar, maka beta sekuritas tersebut bernilai 1. Beta bernilai 1 berarti bahwa risiko sistematis suatu saham sama dengan risiko pasar.
Fama dan French, meneliti pasar modal USA untuk periode 1963-1990, menemukan bahwa beta memiliki sedikit kemampuan untuk menjelaskan keuntungan sekuritas. Mereka menemukan bahwa book-to-market ratio dan ukuran perusahaan (firm size) lebih signifikan menjelaskan keuntungan sekuritas.
Daripada melihat beta, lebih baik melihat book-to-market ratio dan ukuran perusahaan sebagai ukuran risiko. Risiko akan meningkat dengan meningkatkanya book-to-marke ratio dan menurun dengan semakin besarnya ukuran perusahaan.
Hasil penelitian Fama dan French ini menjadikan beta “mati.”



    1. Anomali Efisiensi Pasar
Apabila harga tidak bereaksi cepat terhadap informasi baru tetapi membutuhkan waktu lebih lama, maka keuntungan abnormal dapat terjadi.
Berbagai anomali pasar modal efisien:
         Teori prospek
         Post-Announcement Drift
         Rasio Keuangan
         Akrual


Dalam membahas pengujian pasar efisien, maka harus juga membahas tentang adanya ketidak-teraturan (anomali) yang ada yang terkait dengan hipotesis pasar efisien. Anomali di sini adalah salah satu bentuk dari fenomena yang ada di pasar. Pada anomali ditemukan hal-hal yang seharusnya tidak ada bilamana dianggap bahwa pasar efisien benar-benar ada. Artinya, suatu peristiwa (event) dapat dimanfaatkan untuk memperoleh abnormal return. Dengan kata lain seorang investor dimungkinkan untuk memperoleh abnormal return dengan mengandalkan suatu perisitiwa tertentu.
Anomali yang ada, tidak hanya ditemukan pada satu jenis bentuk pasar efisien saja, tetapi ditemukan pada bentuk pasar efisien yang lain. Artinya, bukti empiris adanya anomali di pasar modal muncul pada semua bentuk pasar efisien, walaupun kebanyakan ditemukan pada bentuk efisien semi-kuat (semi strong). Pengujian berbasis ada tidaknya anomali menggunakan model pendekatan uji ke belakang (back
tested method). Pada model pendekatan ini peneliti melakukan pengujian untuk menjawab pertanyaan bagaimana harga historis (hystorical price data) bergerak (berubah) sebagai konsekuensi dari adanya kejadian atau pengamatan. Untuk kuatnya suatu pernyataan atau bukti akan adanya anomali pasar, perlu adanya dukungan yang tidak sedikit. Artinya, beberapa penelitian harus memiliki kesimpulan yang tidak jauh berbeda satu sama lain.
Dalam teori keuangan, dikenal sedikitnya empat macam anomali pasar. Keempat anomali tersebut adalah anomali perusahaan (firm anomalies), anomali musiman (seasonal anomalies), anomali peristiwa atau kejadian (event anomalies), dan anomali akuntansi (accounting anomalies).

  1. Alasan Lain yang Mendukung Pendekatan Pengukuran
Mengapa measurement perspective mengusulkan untuk memasukkan informasi yang bernilai lebih relevan (more value-relevant information) dalam laporan keuangan pokok, padahal teori pasar modal efisien berimplikasi bahwa catatan kaki dan pengungkapan lain sudah cukup?
Berdasarkan information perspective, historical cost digunakan sebagai basis akuntansi dan mengandalkan pengungkapan penuh untuk meningkatkan manfaat informasi akuntansi bagi investor. Bentuk pengungkapan tidak penting, yang penting adalah bahwa diasumsikan banyak rational investor dan informed investor yang bereaksi cepat terhadap informasi akuntansi. Riset empiris tentang efisiensi pasar modal telah mengkonfirmasi bahwa setidaknya informasi laba bermanfaat bagi pasar.
Akan tetapi, ada berbagai pertanyaan berkaitan dengan information pespective, seperti (1) laba hanya direaksi oleh pasar sebesar 2% - 5%, (2) pasar modal mungkin tidak seefisien yang diduga, dan (3) tuntutan tanggungjawab hukum oleh masyarakat terhadap akuntan meningkat. Ketiga alasan tersebut mendasari adanya kemungkinan bahwa measurement perspective dapat meningkatkan relevansi informasi akuntansi tanpa mengabaikan reliabilitas informasi akuntansi tersebut.
Dari sisi riset empiris, informasi laba hanya mampu menjelaskan sangat kecil tentang harga sekuritas. Lev (1989) menemukan bahwa respon pasar terhadap berita baik atau berita buruk tentang earnings sangat kecil. Variabilitas keuntungan abnormal dalam narrow window hanya 2% sampai 5% yang dijelaskan oleh informasi earnings, sisanya diakibatkan oleh faktor lain selain perubahan earnings.
Menurut Lev, rendahnya respon pasar terhadap earnings disebabkan oleh earnings quality yang rendah. Collins, Kothari, Shanken, dan Sloan (1994) menyatakan bahwa rendahnya reaksi pasar terhadap informasi laba disebabkan oleh keterlambatan historical cost; yaitu historical cost menunggu terlalu lama untuk mengakui suatu kejadian yang relevan. Hal ini menuntut perlunya perbaikan earnings quality dengan pengenalan perspektif pengukuran terhadap laporan keuangan.

  1. Ohlson’s Surplus Bersih Teory
Dari sisi teori pasar modal efisien, pasar modal mungkin tidak efisien seperti dalam teori efisiensi pasar modal. Investor memerlukan bantuan bagaimana implikasi informasi akuntansi terhadap prediksi keuntungan masa depan.
Hal ini diperkuat oleh Ohlson’s clean surplus theory yang menekankan bahwa peran utama laporan keuangan adalah dalam penentuan nilai perusahaan, bukan perspektif informasi di mana laporan keuangan sebagai salah satu sumber informasi. Teori ini menuntut ke arah perspektif pengukuran
  1. Auditor Legal Liability
Akuntan menghadapi risiko tuntutan hukum yang lebih besar apabila aktiva tetap dinyatakan terlalu tinggi dibandingkan apabila aktiva tetap dinyatakan terlalu rendah. Hal ini sesuai dengan prinsip konservatisme. Pengungkapan terhadap risiko (value at risk) juga berorientasi pada measurement perspective. Dalam hal ini, perusahaan (bukan investor) menyiapkan penilaian tentang risiko karena perusahaan lebih mengerti risiko yang mereka hadapi daripada investor. Pengungkapan risiko ini memiliki potensi yang besar dalam decision usefulness.
Akuntan dapat memproteksi diri dengan penggunaan measurement perspective dengan mengadopsi fair value seperti mark-to-market. Akuntan dapat secara eksplisit menjawab tuntutan hukum masyarakat dengan mengatakan bahwa laporan keuangan telah mengantisipasi perubahan nilai instrumen keuangan apakah akan mengarah ke kelangsungan hidup atau ke kebangkrutan. Dalam hal ini estimasi dan judgment banyak digunakan. Karena itu, akuntan dapat mengadopsi fair value hanya apabila dengan pengukuran tersebut reliabilitas informasi keuangan tidak berkurang.

Note :
bila tabel tidak tampak, bisa di download di :
http://www.4shared.com/file/Az_tIV6N/Teori_Kebermanfaatan_SCOTT_5_6.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar